PMI Asal Kabupaten Bandung Tak Bisa Pulang Ulah Penyalur PMI Ilegal, Diduga H.Pendi & Nova Pemilik Agency Yang Harus Bertanggungjawab
Diketahui seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Yeti yang berasal dari Majakerta Kampung Sukamanah Rw.06 Rt.02 Desa Majakerta yang saat ini tengah terjebak di Negara Arab Saudi akibat ulah penyalur PMI ilegal, hingga kini korban mengalami beban mental karena keinginannya untuk pulang ke Indonesia tidak bisa ia lakukan.
Pasalnya, keberangkatan Yeti menjadi PMI tersebut hanya menggunakan Calling Visa atau Visa kunjungan, dan berlaku hanya 3 bulan saja, sehingga Yeti terjebak dan tidak dapat kembali pulang ke Tanah Air dengan mudah.
Kini Keberangkatan Yeti ketimur tengah yang tidak melalui jalur resmi tengan menjadi buah bibir dikalangan masyarakat di Desanya, kendati demikian, hal tersebut telah disampaikan kepada para gerombolan penyalur ilegal, namun tidak kunjung ada tanggapan, dan diduga Yeti telah diperjual belikan. Rabu (10/05/2023)
Menurut kesaksian seseorang yang tidak mau diketahui identitasnya menceritakan bahwa Awal mula Keberangkatan Yeti menjadi PMI ke Timur tengah diproses melalui penyalur ilegal yang biasa disebut sebagai sponsor seorang Haji yang bernama H.Pendi, Saat itu Yeti mendaftar sebagai calon PMI kepada orang tersebut, setelah dilakukan pemeriksaan biodata serta persyaratan lainya, H.Pendi kemudian mengantarkan Yeti ke jakarta untuk diserahkan kepada Agensi atau penyalur PMI ilegal yang dimiliki oleh seorang perempuan bernama Nova, dan kemudian Yeti diberangkatkan olehnya untuk dipekerjakan di Negara Timur tengah
Namun informasi berbeda didapat dari Suami Yeti yang menyangkal telah memberi ijin pada istrinya untuk bekerja menjadi PMI, artinya keyakinan Suami Yeti, tandatangan miliknya telah dipalsukan oleh seseorang.
Ketika dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, H.Pendi dan Nova Pemilik Agency seperti yang tidak ingin bertanggungjawab atas Apa yang telah diperbuatnya dengan tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan dari awak media dengan objektif.
Hingga saat ini nasib Yeti tidak mendapatkan kejelasan dari pihak Agensi dan Sponsor, karena kepulangan Yeti dari timur tengah yang tidak jelas telah mengakibatkan beban mental terhadapnya sehingga membuat Yeti mengalami Sakit dan depresi, hal tersebut didapat dari informasi Suaminya melalui sambungan WhatsApp.
Atas peristiwa yang dilakukan pihak sponsor dan agensi yang mengakibatkan Yeti tidak dapat pulang ke Indonesia tersebut, pemerintah melalui Aparat Penegak Hukum (APH) harus segera mengambil sikap dengan segera menangkap dan periksa Nova & H.Pendi, agar tidak ada korban-korban lainya seperti yang dialami oleh Yeti seperti saat ini.
(Dwi)
Komentar
Posting Komentar