LAHAN PERTANIAN WARGA RUSAK, PENGUSAHA TAK PENUHI JANJI ,,, !!!


Akibat ulah oknum Pengusaha nakal di wilayah areal pertanian warga Desa Cidahu Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta yang biasa digarap dengan hasil yang maksimal, kini telah merugi mencapai ratusan kilo gram hasil panen, sehingga hal tersebut membuat warga pemilik pertanian geram. Minggu (23/10/2022)

Pasalnya, kegiatan yang dilakukan oleh oknum pengusaha tersebut telah rugikan banyak petani yang lahanya berada di dekat areal kegiatan.

Mang Nda sapaan akrabnya, ia adalah salah satu dari sekian warga yang terkena dampak dari kegiatan pengusaha yang tengah mengeruk material di sungai cikao park, bahkan tidak sedikit warga pemilik lahan pertanian menjual tanahnya kepada pengusaha tersebut dengan harga yang sangat murah.

Menurutnya, pengusaha pemilik wisata Cikaopark sengaja mengeruk sungai Cikao agar abrasi terhadap tanah warga lebih cepat, sehingga nantinya dapat di beli olehnya dengan harga yang sangat murah.

" Saya juga mengerti, pengerukan itu adalah langkah pengusaha supaya air deras yang dihasilkan dari pengerukan tersebut dapat merusak lahan warga dengan cepat. " Ucapnya

Lanjutnya " karena kalau kerusakan yang diakibatkan alami tidak mungkin secepat ini longsor di makan derasnya aliran sungai tersebut, dan membuat pemilik lahan yang hancur agar segera menjualnya kepada pihak pengusaha. " 

Namun demikian, pria pemilik lahan pertanian yang sebagian tanahnya telah tergerus arus sungai cikao tersebut masih mempertahankan kepemilikannya, agar tidak menjualnya kepada pihak Pemilik wisata Cikaopark tersebut, alih-alih hasil diskusi bersama pengusaha ia akan mendapatkan ganti rugi panen.

Kata mang Nda, kerugian selama tiga musim panen atau dalam kurun waktu satu tahun setengah ia telah mengalami kerugian gagal panen sebanyak 25 kwintal, dan kala itu telah disetujui oleh pihak perusahaan dengan nominal jumlah kerugian sebesar Rp.12.500.000,00 selama kerugian satu setengah tahun.

Mirisnya, mang Nda hanya mendapatkan uang sebesar Rp.3.000.000,00 saja, tidak sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati kala itu, itupun dibayarkan secara dicicil.

Hingga kini mang Nda masih merasa geram atas pengusaha yang seolah telah membohonginya, alih-alih mang Nda kini tidak akan mau menerima apabila uang yang disodorkan bukan pelunasa.

Sembari memperlihatkan kekesalannya, ia mengatakan kepada awak media bahwa sampai kapanpun ia tidak akan pernah menjual lahan pertaniannya, alasanya karena kepemilikan lahan pertanian tersebut hasil dari perjuanganya dalam bekerja.

Ditempat yang berbeda, awak media menanyakan hal tersebut kepada Kepala Desa Cidahu Enjang Helios, ia menuturkan bahwa tidak tahu sama sekali perihal permasalahan tersebut, sebab menurutnya semua yang berurusan dengan kepemilikan warga dan bermasalah ia tidak mengetahuinya dan tidak ikut campur.

Padahal Enjang Helios secara pribadi ingin sekali membantu warganya yang terdampak, dengan melakukan pendampingan secara pemerintahan, sehingga ia akan berusaha memperjuangkan hak semua warga terdampak.

Atas terjadinya permasalahan di Desa Cidahu, agar Aparat Penegak Hukum (APH) dengan segera untuk memeriksa dan membantu kesulitan-kesulitan warga yang terdampak.

(Dwi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isra Miraj dan Aspek Keseimbangan Hidup