ADA APA !!,,, DIBALIK DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN PURWAKARTA
Sampai saat ini, Kabupaten Purwakarta masih mengandalkan 13 sektor pendapatan, yakni sektor pajak dan retribusi guna mendorong peningkatan pendapatan daerah.
Tak terkecuali Dinas Lingkungan Hidup khususnya Bidang Persampahan yang di gadang gadang sampai mencapai 177ton sampah masuk setiap hari di TPA Cikolotok Desa Margasari Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta.
Namun itu tidak dapat dibuktikan secara real, pasalnya sampah yang dibuang ke TPA tersebut tidak melalui jembatan timbangan yang seharusnya, alih - alih hanya dengan di kira - kita saja.
Hal tersebut dapat dipastikan, bahwa kuantitas muatan sampah yang katanya mencapai 177ton perhari tidak sesuai fakta, karena tanpa alat ukur timbang tidak mungkin mancapi akurasi.
Seseorang yang tidak mau di publikasikan identitasnya saat berada dilokasi TPA mengatakan bahwal, ia pun merasa janggal dan menyayangkan dengan adanya pagar kawat yang telah menghabiskan anggaran guna menghalangi sapi liar untuk dapat masuk ke areal TPA Cikolotok tidak berfungsi, sebab sapi - sapi liar tersebut tetap dapat memasuki areal TPA dengan leluasa.
Lanjutnya, ia menceritakan keluhan para supir yang mengeluh tentang resiko pekerjaannya, yang harus menanggung resiko perawatan mobil dinas secara pribadi, seperti ban mobil rusak dan ganti oli, bahkan katanya, tidak sedikit para supir yang terlilit pinjaman uang untuk perawatan tersebut, padahal setiap sektor pemerintahan memiliki anggaran pemeliharaan di bidangnya masing - masing,
Bukan hanya itu, ia pun mengatakan, yang ingin mendapatkan posisi supir tersebut biasanya dimintai administrasi sampai jutaan rupiah oleh oknum Dinas.
Ketika dikonfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Purwakarta pada Jum'at (08/07/2022), melalui Kepala Bidangnya menjelaskan bahwa hal tersebut memang benar adanya, terkait sampah yang dibuang ke TPA tidak melalui jembatan timbangan yang semestinya selama bertahun - tahun, dan ia setuju akurasi kubikasi sampah Tidak sesuai fakta.
Kepala Bidang Persampahan setuju atas naiknya berita ini, dan jelasnya, hal ini dapat dijadikan bahan koreksi serta pembahasan di internal dinas, karena dalam bekerja pasti ada resiko yang harus diterima, terlepas baik dan buruknya hal tersebut .
Ditempat yang sama, seorang oknum yang mengaku sebagai wartawan berinisial (E) berusaha menghalangi awak media untuk mengkonfirmasi kepala seksi persampahan, sehingga dapat dipastikan ia melindungi pihak tersebut untuk tidak dapat ditemui oleh awak media.
Bersambung,,,
Komentar
Posting Komentar