BAZNAS PURWAKARTA TOLAK BERIKAN BANTUAN PADA WARGA TERLANTAR YANG HANYA MEMINTA UNTUK MAKAN 


 

Seorang Warga asal Bandung yang beralamat KTP  jl.moch toha Gg. Murdasari RT/RW 05/03 Desa Wates kecamatan Bandung Kidul, tengah terlantar di Kabupaten Purwakarta, tepatnya sedang memohon bantuan kepada pihak kantor Baznas untuk sekedar membeli makan anaknya yang ingin makan. Jum'at, (03/12/2021)




Sebut saja Ibu Rini, ia adalah seorang pembantu rumah tangga yang selalu membawa kedua putri yatimnya untuk bekerja, ia telah bekerja sekitar kurang lebih 3 Bulan,  mirisnya, baru-baru ini kios majikanya bangkrut, sehingga ia harus berhenti bekerja. 

Menurutnya, ia berencana untuk pergi ke rumah saudaranya di kota Cirebon, sebab untuk bertahan di Purwakarta tuturnya sudah tidak memiliki bekal lagi, akhirnya, ia pun memberanikan diri memohon bantuan kepada pihak kantor Baznas Kabupaten Purwakarta untuk sekedar meminta makan kedua putri yatimnya saja. 

"Tadi saya ke kantor BAZNAS untuk meminta bantuan makan kedua putri saya, tetapi kata orang BAZNAS Harus bikin surat keterangan Polsek terdekat  dulu ".ucapnya

Hal ini di benarkan oleh eduarsyah staf administrasi BAZNAS Purwakarta bahwa
Memang untuk masyarakat luar Purwakarta harus bikin surat keterangan dari kepolisian karena sudah aturan dari awal.

" Walaupun itu hanya untuk sekedar minta makan saja ke BAZNAS harus melalui prosedur , karena kami harus mempertanggung jawabkan untuk bukti administrasi kecuali orang BAZNAS nya kaya ".ujar pegawai Baznas

Sama hal nya Dua orang pegawai Loket penerima pengajuan bantuan di kantor BAZNAS Purwakarta memaparkan bahwa sesuai dengan 8 asnap bahwa kalau bukan warga purwakarta di masukan nya kepada asnaf Ibnu Sabil atau orang dalam perjalanan dan untuk aturan di Baznas Harus ada surat keterangan dari Polsek walaupun itu hanya untuk makan saja , soalnya nanti untuk di masukan ke pembukuan .

"Karena di lihat dari kondisi ibunya kan masih sehat, kecuali orang sudah tidak berdaya dan tidak berjalan/ pincang ga perlu ada surat keterangan Polsek".

Awak media pun mencoba menghubungi 
H. Saparudin SFil l MMpd sebagai kepala BAZNAS Purwakarta melalui sambungan whatsapp untuk mempertanyakan prosedur di Baznas seperti apa, apabila ada orang yang Terlantar yang minta bantuan hanya untuk sekedar makan, lalu ia menjawab dengan singkat, dan tanpa ada upaya untuk memberikan perintah kepada bawahannya guna memberikan sedikit rizqinya yang hanya untuk makan kedua putri yatim tersebut.

" Misalnya harus ada copyan KTP dan Kartu Keluarga, itu kan prosedur dan tergantung kasus yang di bantu , kaya gitu biasanya hanya copyan KTP saja. " Tutur Kepala Baznas



(Dwi)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Isra Miraj dan Aspek Keseimbangan Hidup